Industri Farmasi Tunda Kenaikan Harga

Author: | Posted in Uncategorized No comments

Daftar Harga Obat – Paduan Perusahaan Farmasi Indonesia setuju tidak menambah harga obat generik bermerek pada 2011. Perusahaan farmasi yang telanjur menambah harga disuruh turunkan kembali harga obat yang mereka jual di market.

”Penurunan harga selambat- lambatnya dikerjakan 1 Maret, ” kata Anthony CH Sunarjo, Ketua Umum GP Farmasi, Jumat (25/2) di Jakarta. Ketentuan ini di ambil GP Farmasi mengingat keadaan daya beli orang-orang Indonesia yang makin susah.

Menurut hasil temuan GP Farmasi, dari sekitaran 200 industri farmasi di Indonesia, cuma 15 industri yang menambah harga obat. Kenaikan harga obat ini berlangsung pada product obat generik bermerek yang cepat laris.

Sekian waktu terlebih dulu, Kementerian Kesehatan mengimbau perusahaan farmasi nasional tidak untuk menambah harga obat mengingat daya beli orang-orang makin turun. ”Obat berbeda dengan komoditas perdagangan beda. Entrepreneur tidak dapat cuma pikirkan segi usaha saja, namun juga segi sosialnya, ” kata Sri Indrawaty, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian serta Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, yang dihubungi terpisah.

Untuk kurangi tingginya harga obat, industri farmasi sesungguhnya dapat kurangi komponen beda, seperti kurangi margin keuntungan serta kurangi cost promosi obat ethical (obat yang didapat lewat resep).

Kenaikan harga obat di market menjangkau 10 % waktu Kementerian Keuangan mengaplikasikan tarif bea masuk bahan baku obat sebesar 5 %.

Menurut Anthony, bea masuk 5 % ini membebani industri farmasi yang memikul kenaikan cost beda, seperti kenaikan harga bahan baku obat yang beberapa besar di-import, tarif basic listrik, gaji minimal regional, serta tingkat inflasi yang makin tinggi.

Kementerian Kesehatan mengusahakan supaya bea masuk import bahan baku obat di turunkan. Pemerintah juga menyosialisasikan penggunaan obat generik berlogo yang disubsidi pemerintah jadi obat murah yang ditanggung kualitasnya.Baca Juga : Obat Tradisional